Banda Aceh (Aentenews) - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir, meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) agar mempercepat pelaksanaan kegiatan, namun tidak boleh mengorbankan kualitas pekerjaan.
"Percepatan yang baik adalah percepatan yang bermutu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tani. Bukan sekadar angka di laporan, tapi hasil nyata di lapangan yang bisa dirasakan oleh rakyat,” katanya di Banda Aceh, Senin.
Saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Distanbun Aceh, yang dilanjutkan dengan pertemuan dan diskusi internal bersama jajaran dinas tersebut.
Sekda meminta Distanbun memperkuat koordinasi internal antarbidang serta dengan pihak rekanan, agar tidak ada kegiatan yang tersendat akibat miskomunikasi atau tumpang tindih kewenangan. Karena itu pentingnya monitoring lapangan secara berkala agar progres keuangan dan fisik dapat terpantau secara faktual.
M. Nasir juga menyoroti peran strategis sektor pertanian dan perkebunan sebagai penopang utama perekonomian Aceh. Keberhasilan Distanbun akan berdampak langsung pada upaya penurunan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan daerah.
Sektor itu kata Sekda adalah sumber penghidupan bagi masyarakat perdesaan. Karena itu, keberhasilan Distanbun berarti keberhasilan Aceh.
Sekda juga menyinggung target serapan anggaran Pemerintah Aceh tahun 2025 dan 2026 yang ditetapkan sebesar 97,6 persen, naik dari capaian tahun sebelumnya di angka 96,5 persen.