Puncak peringatan berlangsung selama dua hari, dimulai Jumat (26/9) dengan agenda gotong royong bersama Pemerintah Aceh di seluruh SKPA, dan dilanjutkan Sabtu (27/9) dengan aksi bersih-bersih di PKA dan bantaran Krueng Lampriek.
Ketua Pelaksana, Muhammad Luthfi, menegaskan bahwa aksi ini tidak hanya terpusat di Banda Aceh. “Aksi WCD turut dilaksanakan di 9 kabupaten/kota di Aceh dan semoga terus bertambah di tahun-tahun mendatang,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Pascaaksi, masih ditemukan karung sampah dalam kondisi bercampur sehingga harus dilakukan pemilahan ulang oleh tim. Hal ini menjadi pengingat bahwa kesadaran untuk memilah sampah masih harus terus ditingkatkan. Langkah kecil yang kita lakukan hari ini adalah pijakan besar menuju Indonesia bebas sampah 2029.”
Public Relation WCD Aceh, A. Rommy Djufar, juga mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. “Semangat ribuan relawan hari ini menunjukkan bahwa kepedulian pada lingkungan bukan sekadar wacana. Kami berharap energi ini terus hidup, menjadi budaya bersih yang melekat dalam keseharian masyarakat,” pungkasnya.