Medan (Aentenews) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan, Sumatera Utara, menahan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 16 Medan berinisial RA terkait dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2022 hingga 2023.
“Penahanan ini dilakukan setelah penyidik menetapkan RA sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Nomor: Print-03/L.2.26.4/Fd.1/09/2025 tanggal 8 September 2025,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Belawan Daniel Setiawan Barus di Medan, Senin (8/9).
Daniel menyebutkan, RA ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Perempuan Kelas II Medan selama 20 hari, mulai 8 September hingga 27 September 2025.
"Penahanan ini dilakukan sesuai ketentuan Pasal 21 KUHAP dengan pertimbangan tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatannya, serta untuk mempercepat proses penyidikan,” ujarnya.
Menurut Daniel, RA selaku kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas pengelolaan Dana BOS di SMA Negeri 16 Medan yang berlokasi di Kecamatan Medan Marelan.
Namun, pengelolaan dana tersebut diduga tidak sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2022 dan Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2023 tentang petunjuk teknis pengelolaan Dana BOS.
“Akibat perbuatan tersangka, negara mengalami kerugian sekitar Rp826,75 juta dari total Dana BOS yang diterima sekolah sebesar lebih dari Rp3 miliar,” ungkapnya.