“Banyak tamu dari luar negeri awalnya ragu datang ke Aceh karena stigma negatif. Tapi begitu mereka datang, semua terkesan dengan keamanan, keramahan, dan kekayaan budaya kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pembangunan Aceh tidak bisa hanya bergantung pada Jakarta. Menurutnya, keterbukaan dan interaksi dengan masyarakat internasional menjadi kunci agar Aceh mampu berkembang pesat.
FGD tersebut digagas Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry bersama Generasi Positive (GENPOS). Sejumlah narasumber hadir, di antaranya Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh Ir T Robi Irza SSiT MT, Direktur Utama PT PEMA Aceh Mawardi Nur, Wakil Kepala OJK Provinsi Aceh Firman Octo Armando, serta Dekan FEBI UIN Ar-Raniry Prof Dr Hafas Furqani MEc.