Oleh karena itu, sambung Sekda, Pemerintah Aceh akan terus meningkatkan SDM para dokter di Aceh dan akan terus melengkapi sarana dan prasarana lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung hal tersebut.
“Yang terutama tentu mempersiapkan SDM, agar saat alat-alat tiba bisa langsung dioperasionalkan dengan baik. Selanjutnya mungkin jika dibutuhkan tempat khusus yang representatif untuk menjalankan operasi ini, maka Pemerintah Aceh tentu akan mempersiapkan,” ucap Sekda.
“Pemerintah Aceh mengapresiasi prestasi RSUDZA atas keberhasilan menjalankan operasi cerebrovascular pertama di Aceh. Ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa karena kita menjadi RS pertama di Sumatera dan ke-8 di Indonesia yang mampu melakukan operasi besar ini,” sebut M Nasir.
Pada kesempatan tersebut, Sekda juga mengingatkan jajaran di RSUDZA dapat menjadi pengampu RS Regional yang rencananya akan dibuka di Aceh.
“RSUDZA tentu harus bisa jadi pengampu bagi RS Regional yang akan kita buka. Karena kita semua tentu memiliki cita-cita dan harapan yang sama, yaitu agar RS di daerah itu mampu melakukan operasi besar, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pelayanan kesehatan yang prima di seluruh Aceh,” kata Sekda.
Rilis Humas Pemprov Aceh