Di SPBU Jembes Kecamatan Mereubo sempat ditemukan antrian cukup panjang, sehingga petugas langsung memberikan peringatan kepada pengendara agar tidak melakukan tindakan melansir yang dapat menimbulkan keresahan dan memperpanjang antrian.
Selain penertiban, petugas gabungan juga menyampaikan imbauan ke pengawas SPBU agar lebih ketat dalam pengawasan di lapangan. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir praktik kecurangan, serta mencegah terjadinya penumpukan antrian yang sering menimbulkan kemacetan di sekitar SPBU.
Langkah ini disambut positif oleh masyarakat, khususnya para sopir dan warga pengguna solar yang mengaku lebih nyaman dengan adanya pengawasan aparat. Mereka merasa kehadiran aparat TNI–Polri di SPBU memberikan rasa aman serta menjamin keadilan dalam distribusi BBM.
Kapolres Aceh Barat melalui Kasat Reskrim menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya sementara, tetapi akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan penyaluran BBM subsidi di Aceh Barat berlangsung aman, tertib, dan tepat sasaran.
“Sinergi TNI–Polri akan terus kita perkuat dalam menjaga stabilitas keamanan, termasuk dalam persoalan distribusi BBM bersubsidi. Ini adalah upaya bersama untuk mencegah penyalahgunaan dan memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir untuk melindungi kepentingan rakyat,” pungkas AKP Roby Afrizal
Dandim 0105/Abar Letkol Inf Hendra Mirza, menambahkan aksi sidak tersebut bertujuan memonitoring sekaligus memastikan tentang penertiban BBM subsidi agar sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya yang tepat sasaran.
"Tim gabungan ini sebagai wujud sinergitas menghindari terjadinya kelangkaan BBM terutama jenis solar. Namun kita bersikap, sejauh untuk kesejahteraan masyarakat, kami akan membackup Polri, Kejaksaan dan Pemda dalam penegakkan hukum. Kami akan intensif dan masif melakukan sidak lanjutan dan akan menindak tegas mana kala ada oknum yang menyalah gunakan BBM subsidi", pungkas Dandim.
Pewarta Aceh Barat/Nagan Raya : Rio