"Kami berharap tetap bersilaturahmi dan memberikan nasehat kepada kami di sini (Antara Biro Aceh)," ujar Rian.
Dalam kesempatan ini, Azhari menceritakan berbagai nostalgia masa-masa sulitnya selama menjadi jurnalis Antara pada awal-awal bergabung dulu pada tahun 1997.
Azhari menyatakan bahwa meskipun sudah pensiun, dirinya belum bisa lepas dari bayang-bayang Antara. Hanya badan saja yang terpisah, tetapi hati dan jiwa tetap Antara.
"Saya bisa seperti ini berkat Antara. Ini patut kita syukuri. Dan jiwa saya tidak pernah lepas dari Antara," katanya.
Dirinya berpesan, kepada penerusnya di Biro Aceh untuk selalu bersama-sama, berkolaborasi membesarkan Antara, jangan limpahkan semua beban kepada Kepala Biro nya. Apalagi, tantangan kedepan semakin berat.
"Kita tidak boleh nyaman terus,
Tantangan kedepan lebih berat, Kabiro tidak bisa berjalan seorang diri, baik untuk memenuhi berita PSO maupun komersil. Maka, harus kolaborasi semuanya, Insya Allah kita bisa," imbuhnya.
"Penghargaan cukup besar bagi saya dan keluarga, dan sampai hari ini kita tidak bisa melupakan Antara. Karena itu, saya berharap kepada adik-adik besarkan lah Antara," ungkap Azhari.
Untuk diketahui, Azhari merupakan putra kelahiran Aceh Besar, bergabung dengan Antara sejak 1997 hingga diangkat menjadi karyawan tetap usai tsunami melanda Aceh.