Foto Humas Pemkab Aceh Timur.
Aceh Timur (Aentenews) - Peringatan Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) Tahun 2026 di Kabupaten Aceh Timur berlangsung dengan nuansa berbeda yang dirangkai dengan Gerakan Guru Menanam 10.000 pohon untuk pemulihan dan penghijau lingkungan yang terdampak bencana banjir.
Dipusatkan di Lapangan Benteng, Kecamatan Ranto Peureulak, Rabu (2/9/2026), peringatan HARDIKDA juga dirangkai selain gerakan penghijauan juga pemberian penghargaan kepada insan pendidikan berprestasi.
Dalam amanatnya, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky yang mengenakan busana adat pada upacara Hardikda itu secara resmi mencanangkan Gerakan Guru Menanam 10.000 Pohon melalui subgerakan “Satu Guru, Satu Pohon”. Pencanangan ditandai dengan penanaman pohon secara simbolis bersama unsur pendidikan dan jajaran terkait.
Bupati mengatakan, pemilihan Lapangan Benteng Ranto Peureulak sebagai lokasi upacara memiliki makna tersendiri. Tempat tersebut menjadi salah satu saksi ketabahan masyarakat Aceh Timur dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada November 2025 lalu.
“Berdiri di tanah ini mengingatkan kita bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas yang nyaman. Pendidikan sejati juga lahir dari ujian alam, dari bagaimana kita bangkit dari ketakutan, merekonstruksi harapan dan memulihkan kehidupan,” ujar Bupati.
Oleh karena itu, katanya, momentum HARDIKDA harus menjadi pengingat bahwa pendidikan memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.