Ia menegaskan, pendidikan di Aceh Timur harus menjadi benteng moral, ilmu pengetahuan dan karakter yang melahirkan generasi tangguh serta memiliki kesadaran ekologis.
“Bencana hidrometeorologi yang pernah melanda wilayah kita adalah teguran sekaligus pelajaran berharga dari alam. Kita tidak boleh hanya menjadi saksi yang meratapi, tetapi harus menjadi bagian dari solusi,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu kekuatan untuk mendorong gerakan penghijauan. Melalui Gerakan Guru Menanam 10.000 pohon, seluruh guru di Aceh Timur diharapkan menjadi pelopor dengan memulai dari gerakan Satu Guru, Satu Pohon.
“Jika seorang guru menanam satu pohon dan merawatnya hingga tumbuh rindang, maka guru tersebut tidak hanya menanam kayu dan daun, tetapi juga sedang menanam ilmu, kehidupan dan masa depan bagi murid-muridnya,” ujar Al-Farlaky.
Ia berharap keteladanan para guru tersebut dapat diikuti oleh para siswa, sehingga gerakan tersebut berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat pendidikan untuk menghijaukan Aceh Timur.
Selain penanaman pohon, HARDIKDA Tahun 2026 juga menjadi momentum Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memberikan apresiasi kepada para pelaku pendidikan yang telah mengukir prestasi.
Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah guru serta 29 siswa berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai tingkat SD hingga SMA, yang berhasil menorehkan prestasi pada tingkat provinsi hingga nasional.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terhadap dedikasi guru sekaligus prestasi peserta didik yang telah membawa nama baik daerah.