Dalam pertemuan tersebut, Al-Farlaky memaparkan kondisi sejumlah fasilitas kesehatan di Aceh Timur yang terdampak bencana hidrometeorologi. Ia juga menyerahkan proposal rekapitulasi kebutuhan pemulihan fasilitas kesehatan kepada Kementerian Kesehatan RI.
“Tujuan utama usulan ini adalah memulihkan pelayanan kesehatan pascabencana, meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat terdampak, serta memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di Aceh Timur,” kata Al-Farlaky.
Tak hanya rumah sakit, Kemenkes juga akan memetakan dukungan anggaran tambahan untuk penanganan, revitalisasi dan rehabilitasi sejumlah Puskesmas yang terdampak bencana.
Selain membawa usulan pemulihan fasilitas kesehatan, Al-Farlaky juga meminta dukungan pembangunan laboratorium kesehatan di Aceh Timur.Usulan tersebut disetujui Wamenkes untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Menurut Al-Farlaky, kebutuhan laboratorium kesehatan menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di Aceh Timur, khususnya dalam mendukung pemeriksaan dan pelayanan medis.
Al-Farlaky mengatakan, pemulihan fasilitas kesehatan bukan semata soal memperbaiki bangunan atau mengganti alat kesehatan yang rusak. Lebih dari itu, kata dia, pemulihan harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, layak dan berkualitas.
Aentenews by Ampelsa.