"Koordinasi tidak harus selalu dengan Bupati. Yang terpenting adalah adanya komunikasi dan sinkronisasi yang baik dengan dinas-dinas terkait sehingga pembangunan di Aceh Timur berjalan searah," tambahnya.
Dalam sektor investasi, Al-Farlaky mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk mendorong hadirnya industri hilir kelapa sawit, termasuk pembangunan pabrik minyak makan apabila terdapat investor yang berminat berinvestasi di Aceh Timur.
"Kami membuka peluang investasi seluas-luasnya. Jika nantinya ada investor yang membangun pabrik minyak makan, tentu dapat membuka peluang kerja sama bisnis baru dengan PKS yang ada di Aceh Timur," ujarnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja (safety) di lingkungan perusahaan. "Kita tidak menginginkan terjadinya kecelakaan kerja akibat kurangnya perhatian terhadap aspek keselamatan,” tegasnya.
Al-Farlaky kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam mendukung investasi yang sehat dan memberikan jaminan kenyamanan bagi investor yang beroperasi di daerah tersebut.
.Sementara itu, perwakilan PT Teupin Lada menyampaikan bahwa perusahaan selama ini telah menjalankan berbagai program CSR di lingkungan sekitar pabrik. Program tersebut antara lain pembagian sembako kepada 50 kepala keluarga setiap bulan, santunan anak yatim di tujuh desa lingkar pabrik hingga usia 15 tahun, serta pembangunan rumah layak huni bagi warga lanjut usia.
Pihak perusahaan mengakui bahwa sejumlah kegiatan CSR tersebut belum seluruhnya dilaporkan secara administratif kepada dinas terkait, meskipun pelaksanaannya telah berjalan.
Terkait harga TBS, PT Teupin Lada menjelaskan bahwa perusahaan mengikuti harga panduan yang berlaku dan mengalami penyesuaian setiap hari sesuai kondisi pasar.