aceh-tamiang

BSI usir wartawan liput penyerahan santunan yatim di Aceh Tamiang, ini reaksi PWI

Selasa, 10 Maret 2026 | 19:53 WIB



Hal senada juga disampaikan Pemimpin Redaksi KabarTamiang.com, Muhammad Hendra Vramenia. Ia meminta manajemen BSI Pusat untuk mengevaluasi jabatan Branch Manager BSI Cabang Kualasimpang.





"Manajemen BSI Pusat harus mengevaluasi jabatan BSI Cabang Kualasimpang karena panitia lokal itu pasti berada di bawah komando BSI Daerah. Kenapa mereka tidak mengenali wartawan yang mereka undang resmi untuk meliput kegiatan tersebut. Kenapa Kepala BSI Cabang Kualasimpang tidak mengontrol kinerja bawahannya," ungkap Hendra tegas.





Diberitakan sebelumnya, kinerja panitia pelaksana kegiatan 5.000 santunan anak yatim dan wakaf Qur'an di Huntara 1 Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, menuai kritik tajam.





Alih-alih menyebarkan syiar, acara yang digelar pada Sabtu (7/3/2026) ini justru diwarnai aksi pengusiran terhadap sejumlah wartawan yang secara resmi diundang oleh manajemen BSI Pusat.





Ketidakprofesionalan panitia lokal ini memicu kekecewaan mendalam bagi awak media, termasuk Rahmad Wiguna, jurnalis dari media ternama Serambi Indonesia. Ironisnya, Rahmad hadir ke lokasi atas permintaan langsung pihak BSI Pusat untuk meliput kegiatan tersebut.
Kontradiksi Undangan dan Realita Lapangan





Aksi pelarangan liputan ini dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap profesi jurnalistik. Rahmad Wiguna menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan atas inisiatif pribadi, melainkan memenuhi komitmen profesional terhadap pengundang.





"Kami diundang langsung oleh BSI Pusat. Kami datang karena menghargai undangan itu, bukan karena tidak ada pekerjaan lain. Kalau tahu akan diperlakukan seperti ini, kami lebih baik mengerjakan agenda lain yang lebih jelas," tegas Rahmad dengan nada kecewa.//Redaksi.


Halaman:

Tags

Terkini

Lantai Huntara di Aceh Tamiang perlu diperkuat

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:44 WIB