“Alhamdulillah, kita bersyukur Sabang bisa mendapatkan Juara Harapan III. Ini tentu jadi apresiasi bagi tim yang sudah menyiapkan dan memperkenalkan kuliner Sabang. Yang penting, kita sudah menunjukkan bahwa Sabang punya potensi kuliner yang layak untuk terus dikembangkan,” kata Zulkifli.
Menurutnya, daya tarik Sabang tidak hanya terletak pada wisata alam, tetapi juga kekayaan bahan lokal dan rempah yang dapat dihadirkan melalui kuliner. Cengkeh, pinang, nilam, kakao hingga berbagai buah lokal menjadi potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk kuliner bernilai tambah.
“Kalau orang datang ke Sabang, jangan hanya melihat laut dan pemandangannya. Kita juga ingin mereka mengenal Sabang lewat makanan, lewat bahan-bahan lokal yang kita punya, dan lewat cerita di balik kuliner itu,” ujarnya.
Zulkifli berharap capaian tersebut menjadi semangat untuk terus mengembangkan kuliner dan produk lokal bersama pelaku UMKM serta sektor pariwisata. Ia mengatakan, apa yang telah ditampilkan di ACF 2026 perlu dilanjutkan di Sabang agar kuliner semakin dikenal, produk lokal terus berkembang, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang Harry Susethia, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama tim dan pelaku UMKM yang telah membawa potensi kuliner Sabang ke ajang ACF 2026.
Menurutnya, keikutsertaan Sabang bukan hanya untuk mengejar penghargaan, tetapi juga menjadi bagian dari promosi produk lokal dan penguatan daya tarik wisata.
“Yang kita harapkan, keikutsertaan ini tidak berhenti di festival. Produk dan kuliner yang sudah kita tampilkan bisa terus dikembangkan, sehingga semakin dikenal dan menjadi bagian dari pengalaman wisatawan saat berkunjung ke Sabang,” tutupnya.//Redaksi.