Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang Harry Susethia mengatakan, kekayaan kuliner tersebut menjadi salah satu potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung pariwisata, termasuk bagi Sabang yang memiliki kekayaan rempah dan tradisi kuliner khas Pulau Weh.
“Sabang juga punya kekayaan kuliner yang kuat. Kita punya rempah seperti cengkeh, pala, pinang dan nilam, juga buah-buahan khas seperti salak, alpukat Sabang, buah naga dan kelapa. Termasuk kakao yang sudah kita kembangkan menjadi produk cokelat Sabang. Semua ini bisa terus dikembangkan menjadi produk kuliner dan oleh-oleh khas Sabang,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, sajian yang dihidangkan tidak hanya menjadi bagian dari jamuan, tetapi juga menjadi cara untuk memperkenalkan kekayaan rasa yang dimiliki Sabang. Mulai dari olahan ikan laut, masakan berbahan hasil kebun, hingga sajian penutup berbahan buah lokal, seluruhnya menggambarkan kedekatan kuliner Sabang dengan kekayaan alam dan bahan pangan yang tersedia di Pulau Weh.
Melalui partisipasi dalam ACF 2026, Pemerintah Kota Sabang berharap kekayaan kuliner daerah semakin dikenal luas dan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi pengembangan produk lokal, UMKM, serta pariwisata berbasis kuliner.//Redaksi.