Menurut Nuri, keberagaman olahan ikan diharapkan dapat membuat konsumsi ikan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga. Selain mendukung pemenuhan gizi, kreativitas mengolah hasil perikanan juga dapat membuka ruang bagi pengembangan kuliner berbasis bahan pangan lokal.
“Harapannya, kreasi seperti ini tidak berhenti di perlombaan. Bisa diterapkan di rumah, membuat keluarga semakin gemar makan ikan, sekaligus menjadi inspirasi untuk mengembangkan usaha kuliner berbahan hasil perikanan lokal,” lanjutnya.
Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026 mempertandingkan tiga kategori, yakni menu keluarga, menu balita usia 3-5 tahun, serta menu kudapan. Penggunaan ikan lokal dan bahan pangan daerah menjadi bagian penting dalam perlombaan, sekaligus mendorong inovasi kuliner dan pengenalan beragam cara mengolah ikan kepada masyarakat.
Melalui keikutsertaan ini, Kota Sabang tidak hanya membawa kreasi kuliner, tetapi juga memperkenalkan potensi hasil laut dan pangan lokal melalui sajian yang kreatif. Semangat tersebut diharapkan turut memperkuat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), sekaligus mendorong pemanfaatan hasil perikanan lokal sebagai bagian dari gizi keluarga dan peluang ekonomi masyarakat.//Redaksi.