Wakil Wali Kota Sabang juga meminta para camat dan keuchik meneruskan pesan tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing melalui sosialisasi dan edukasi. Pemerintah di tingkat kecamatan dan gampong juga diminta aktif mengingatkan masyarakat serta segera melaporkan potensi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.
Peran pendidikan juga dinilai penting. Melalui para kepala sekolah, edukasi lingkungan diharapkan dapat ditanamkan sejak dini kepada siswa, termasuk tentang bahaya membakar sampah sembarangan dan langkah sederhana menghadapi keadaan darurat.
Selain Karhutla, Suradji mengingatkan bahwa Kota Sabang juga memiliki potensi bencana lain, seperti gempa bumi, tanah longsor, angin kencang dan bencana hidrometeorologi lainnya. Karena itu, budaya siaga bencana perlu dibangun secara berkelanjutan melalui edukasi, latihan, koordinasi, pemetaan risiko, serta kesiapan personel dan sarana prasarana.
“Koordinasi dan komunikasi antarlembaga harus terus diperkuat, sehingga apabila terjadi kebakaran atau bencana lainnya, kita dapat bergerak dengan cepat, tepat dan terpadu,” katanya.
Wakil Wali Kota Sabang turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam apel gabungan atas dedikasi dan kesiapsiagaannya dalam mendukung penanganan bencana di Kota Sabang. Ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga hutan dan lahan, tidak membakar sampah sembarangan, serta melindungi lingkungan untuk generasi yang akan datang.
“Cegah kebakaran sebelum terjadi. Jaga hutan dan lahan kita. Jangan membakar sampah sembarangan. Lindungi lingkungan untuk generasi yang akan datang,” tutupnya.//Redaksi.