Rabu, 30 September 2026

Sabang "pulau wisata" bersiap menuju  kota mandiri pangan

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Kamis, 22 Januari 2026 | 17:40 WIB



Sebagai bentuk keseriusan, Wali Kota menyampaikan telah meminta Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) untuk menyediakan lahan sekitar 200 hektare yang dapat dimanfaatkan oleh petani di seluruh gampong di Kota Sabang.





Lahan tersebut direncanakan untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat dari 18 gampong yang ada.





“Kita sangat membutuhkan lahan untuk memperkuat ketahanan pangan. Karena itu, kami meminta BPKS untuk ikut mendukung dengan menyediakan lahan yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat. Sabang harus siap dan memiliki sikap ke depan. Walaupun nantinya tetap ada pasokan dari daratan, kemandirian pangan harus mulai dibangun mulai dari sekarang,” tegas Wali Kota.





Terkait dukungan pemerintah daerah, Wali Kota memastikan ketersediaan anggaran serta sarana dan prasarana pendukung program ketahanan pangan. Program ini tidak hanya difokuskan di Gampong Paya Seunara, tetapi akan diperluas ke seluruh gampong yang menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi.





“Masyarakat harus siap, memiliki pola pikir jangka panjang dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi, termasuk potensi gangguan distribusi pangan. Karena itu, kesiapan pangan harus dibangun sejak sekarang, disertai dengan motivasi yang terus diberikan kepada masyarakat,” ujar Wali Kota Sabang.





Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakri menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan teknis guna memastikan keberhasilan program ketahanan pangan tersebut. Pendampingan meliputi penyediaan pupuk, penguatan kapasitas petani, serta dukungan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).





“Untuk tahap awal, komoditas yang ditanam sebagian besar adalah jagung dan ada juga padi gogo. Walaupun kebutuhan pangan Sabang belum bisa dipenuhi 100 persen dari produksi lokal, minimal 50 persen kebutuhan dapat dipenuhi melalui program ini. Langkah tersebut, diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, terutama saat distribusi pangan dari daratan mengalami kendala,” jelasnya.





Dari sisi gampong, Keuchik Gampong Paya Seunara, Azhar Bin Abdul Wahab menyampaikan bahwa masyarakat sangat antusias mendukung program ketahanan pangan, dengan ikut terlibat dalam pengelolaannya. Saat ini tersedia lahan sekitar 2 hingga 2,5 hektare, dengan kurang lebih 1 hektare telah dimanfaatkan. Meskipun pada tahap awal masih dihadapkan pada kendala perencanaan dan kondisi lahan berbatu, hal ini akan diatasi secara bertahap, termasuk melalui penggunaan alat berat jika diperlukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Pemko Sabang perkuat KUPS Serbok Jaboi, ini tujuannya

Kamis, 17 September 2026 | 22:24 WIB

Sabang ruang belajar riset kelautan internasional

Rabu, 9 September 2026 | 16:20 WIB

Begini langkah awal cegah narkoba ala Pemko Sabang

Selasa, 8 September 2026 | 21:08 WIB

Bakar sampah sembarangan di Kota Sabang? Tunggu dulu

Kamis, 3 September 2026 | 22:32 WIB

Pemko Sabang optimalkan lahan kosong jadi produktif

Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Kapal Pesiar MS Azamara Onward Kunjungi Sabang

Sabtu, 11 April 2026 | 12:20 WIB

Begini cara kota wisata Sabang dukung Indonesia ASRI

Jumat, 13 Februari 2026 | 20:32 WIB

Terpopuler

X