Terkait peluang menjadi tuan rumah MTQ Aceh 2026, Wali Kota menyampaikan bahwa hasil penilaian awal menunjukkan Sabang sebagai daerah yang layak, dan dengan dukungan Gubernur Aceh, Sabang siap melaksanakan MTQ sebaik-baiknya sambil menunggu keputusan final.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Kota Sabang, Marwan mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan maksimal meskipun dengan waktu dan anggaran yang terbatas. Pelatihan peserta dilakukan melalui dua metode, yakni TC penuh dan TC berjalan yang disesuaikan dengan waktu peserta.
“Kita berupaya semaksimal mungkin untuk mengibarkan nama Kota Sabang di ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an tingkat Provinsi Aceh ke-37. Persiapan kali ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Beberapa cabang andalan seperti Tilawah dan Tahfiz tetap kita unggulkan,” ujarnya.
Tahun ini, Kota Sabang mengirimkan 35 peserta yang akan mengikuti pada tujuh cabang lomba, di antaranya Tilawah, Qira’at Sab’ah, Tahfiz, Fahmil, Tafsir, Syarhil, dan Khattil Qur’an. Selain itu, terdapat 22 ofisial yang mendampingi peserta selama perlombaan.
“Tahun lalu kita berhasil meraih peringkat ke-12 di tingkat provinsi, tahun ini kita targetkan masuk 10 besar, dengan harapan bisa meraih dua hingga tiga juara pertama. Insya Allah, dengan kerja keras peserta dan pelatih, kita optimis hasilnya akan lebih baik dari tahun sebelumnya,” tutup Kadis Syariat Islam.
Kafilah Sabang dijadwalkan berangkat pada Kamis, 30 Oktober 2025, menuju Pidie Jaya untuk mengikuti verifikasi faktual dan pawai ta’aruf.
Pewarta; Arwella