Sebanyak 32 akademisi dari lima negara pertemuan dengan pemerintah Pidie. Foto pemkab Pidie.
Pidie, Aceh (Aentenews) - Sebanyak 32 akademisi dan mahasiswa Program Georgetown Asia Pacific Peace Academy (GAPPA) dari Georgetown University’s School of Foreign Service Asia Pacific (GSAP) Jakarta, memilih kabupaten Pidie, Aceh sebagai objek kajian dan rujukan studi resolusi konflik internasional.
Para peneliti itu berasal dari lima negara yang masih berkonflik, yakni Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Filipina, dan Jepang. Kunjungan tersebut difasilitasi oleh International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS).
Hal itu terungkap saat pertemuan antara Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, dengan 32 akademisi tersebut di ruang kerja Bupati Pidie, Rabu (23/9/2026). Bupati Pidie menyambut baik kedatangan para peneliti tersebut dan mengucapkan terima kasih telah memilih Pidie sebagai lokasi studi lapangan.
Pada kesempatan itu, Sarjani juga menguraikan pengalamannya yang pernah terlibat langsung dan menjadi tokoh sentral dalam memimpin pasukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di wilayah Pidie dan Pidie Jaya. Ia juga mengakui pernah mendapatkan latihan khusus di Libya.
Ia menjelaskan, kesepakatan MoU Helsinki merupakan landasan awal perdamaian Aceh. Dari kesepakatan tersebut juga disepakati Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) sebagai transisi pemerintahan Aceh pascadamai.
"Berbicara keberhasilan perdamaian di Aceh, berarti membahas komitmen tinggi masyarakat Aceh dalam menjaga MoU Helsinki," ungkap Sarjani.