Menurutnya, perjalanan perdamaian Aceh belum sepenuhnya sempurna. Saat ini, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat sedang meramu kembali revisi UUPA sebagai langkah panjang mengawal perdamaian Aceh.
Perdamaian bukan saja terhenti dari konflik senjata, namun bagaimana kesepakatan damai diimplementasikan dalam pemenuhan aspirasi daerah, pembangunan yang mampu menjaga kepercayaan masyarakat dan tata kelola pemerintahan.
"Semoga perdamaian Aceh menjadi contoh resolusi konflik bagi seluruh negara di dunia, bukan hanya dari konflik tetapi juga mempertahankan perdamaian," pungkasnya.
Sementara itu, Rektor GSAP, Yukhi John Tajima, mengungkapkan pertemuan tersebut merupakan bagian dari studi lapangan ke daerah pasca-konflik (post-conflict field visit) untuk mempelajari resolusi konflik, tata kelola pemerintahan, dan perdamaian.
"Bagi kami, Bapak Sarjani menjadi sosok penting untuk menggali informasi terkait faktor keberhasilan perdamaian konflik bersenjata di Aceh," ujar Yukhi.
Aentenews by Ampelsa