Andi Firdaus Juru Bicara Bupati Pidie
Sigli (Aentenews) - Logo Hari Jadi Kabupaten Pidie ke-515 Tahun 2026 tidak hanya menjadi penanda peringatan usia daerah. Di dalamnya terdapat sejumlah simbol yang merekam sejarah, kebudayaan, nilai keislaman, hingga harapan masyarakat Pidie terhadap masa depan.
Tema “Meutaloe Wareh, Pidie Meuhareukat” menjadi ruh utama peringatan tahun ini. Juru Bicara Bupati Pidie, Andi Firdhaus, mengatakan desain logo tersebut dibuat sebagai representasi perjalanan panjang Pidie sekaligus identitas masyarakatnya.
“Logo dirancang sebagai fondasi dalam memperkuat kulturisasi budaya, harmonisasi serta kolaborasi antar-elemen masyarakat menuju Pidie yang lebih baik di masa depan,” kata Andi.
Frasa Meutaloe Wareh mengandung gagasan tentang kehidupan yang berlandaskan hubungan kekeluargaan, kepedulian dan kasih sayang. Nilai tersebut dipandang sebagai warisan sosial masyarakat Pidie untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian yang berpijak pada nilai agama.
Adapun Pidie Meuhareukat menggambarkan kehidupan masyarakat yang bertumpu pada alam dan pertanian. Filosofi itu sejalan dengan ungkapan yang melekat pada identitas Pemerintah Kabupaten Pidie: Pang Ulee Buet Ibadat, Pang Ulee Hareukat Meugoe.
Mihrab Sultan
Salah satu simbol yang menonjol dalam logo adalah Mihrab Sultan, peninggalan sejarah yang berada di Masjid Labui, Kecamatan Pidie.
Mihrab tersebut dikaitkan dengan peninggalan masa Sultan Iskandar Muda. Dalam desain logo, elemen itu menjadi penanda sejarah sekaligus simbol kuatnya pengaruh Islam dalam perjalanan peradaban masyarakat Pidie.