Rabu, 30 September 2026

Mihrab sultan dan jejak sejarah terangkum dalam logo 515 tahun Pidie

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Jumat, 18 September 2026 | 09:39 WIB



Mihrab Sultan juga merepresentasikan kepemimpinan dan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Angka 515 menjadi simbol usia Kabupaten Pidie. Angka itu tidak sekadar menunjukkan hitungan tahun, tetapi menggambarkan panjangnya perjalanan daerah dalam membangun kehidupan sosial, budaya dan peradaban.





Peringatan usia tersebut sekaligus menjadi ruang untuk melihat kembali capaian pembangunan dan berbagai tantangan yang masih dihadapi Pidie.
Kupiah dan melinjo dan simbol lain yang dimasukkan ke dalam logo adalah Kupiah Meukutop. Penutup kepala khas Aceh ini merepresentasikan kepemimpinan, kehormatan dan keberanian. Dalam konteks Pidie, simbol itu juga menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga persatuan dan identitas budaya.





Ada pula Boh Mulieng, atau buah melinjo, yang selama ini lekat dengan potensi lokal. Simbol tersebut dimaknai sebagai gambaran kemakmuran, kebersamaan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.





Sementara gambar padi merepresentasikan kemakmuran dan kesejahteraan. Pertanian menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Pidie sekaligus salah satu sumber penghidupan yang diwariskan lintas generasi.





Warna Kupiah Meukutop
Warna dalam logo juga tidak dipilih semata-mata untuk kepentingan visual. Paletnya terinspirasi dari warna Kupiah Meukutop sebagai salah satu warisan budaya Aceh.
Merah dimaknai sebagai keberanian dan tanggung jawab. Hijau menggambarkan harapan serta keseimbangan. Adapun kuning menjadi simbol optimisme dan energi untuk membangun daerah.





Dengan berbagai simbol tersebut, logo Hari Jadi Pidie ke-515 menjadi semacam rangkuman visual perjalanan daerah: sejarah Islam, budaya Aceh, pertanian, kepemimpinan dan kehidupan sosial masyarakat.





Melalui tema “Meutaloe Wareh, Pidie Meuhareukat”, peringatan tahun ini diarahkan bukan sekadar untuk mengenang usia Pidie, tetapi juga memperkuat persatuan, menjaga warisan budaya dan membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis serta sejahtera.//Aentenews by Amir Sagita.





Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Pidie jadi rujukan resolusi konflik lima negara

Kamis, 24 September 2026 | 12:30 WIB

Buron kasus KDRT di Pidie ditangkap di Deli Serdang

Kamis, 10 September 2026 | 21:53 WIB

Mobil tertimpa pohon, tujuh orang tewas di Pidie

Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Catat pesan moral Bupati Pidie kepada pejabat baru

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Saat Semen langka, pabrik Laweung terlunta

Minggu, 9 Agustus 2026 | 23:20 WIB

DPRK Pidie sahkan pertanggungjawaban APBK 2025

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:20 WIB

Tujuh tahun buron, Keuchik Mancang bibekuk

Jumat, 17 Juli 2026 | 21:52 WIB
X