pidie

Saat Semen langka, pabrik Laweung terlunta

Minggu, 9 Agustus 2026 | 23:20 WIB



Namun perjalanan proyeknya tersendat dan hingga kini belum memberikan kepastian kapan dapat kembali dilanjutkan dan beroperasi.
Teguh yang juga merupakan putra Laweung menilai pemerintah tidak boleh membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut.
“Pabrik semen Laweung tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian,” ujarnya.





Ia meminta pemerintah Aceh bersama pemerintah pusat membuka kembali pembicaraan dengan seluruh pihak terkait. Persoalannya, kata dia, bukan semata-mata bagaimana mendirikan kembali bangunan pabrik, melainkan memastikan seluruh aspek proyek investasi, pengelolaan, bahan baku, pasar, perizinan, hingga skema keberlanjutan industri—mendapatkan jalan keluar.





Bukan Sekadar Soal Semen
Kelangkaan semen memperlihatkan rapuhnya ketahanan pasokan bahan bangunan di daerah. Ketika kebutuhan pembangunan meningkat sementara produksi dan distribusi terganggu, masyarakat menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya.





Pemerintah memang dapat mengambil langkah jangka pendek untuk memastikan pasokan kembali normal. Namun kebijakan semacam itu tidak menyelesaikan persoalan struktural jika ketergantungan terhadap pasokan dari luar terus berlangsung.





Aceh, kata Teguh, perlu memiliki strategi industri yang lebih panjang.
Ia menilai keberadaan Solusi Bangun Aceh (SBA) di Lhoknga, Aceh Besar, juga harus ditempatkan dalam kerangka penguatan industri semen daerah. Jika Aceh telah memiliki industri semen dan pernah memiliki proyek pembangunan pabrik semen lainnya, seharusnya potensi tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa strategi yang jelas mengenai ketahanan pasokan.





“Jangan sampai saat semen langka, potensi yang kita miliki sendiri justru dibiarkan terbengkalai,” kata Teguh.
Menurut dia, pemerintah perlu menjadikan persoalan semen sebagai momentum untuk mengevaluasi kembali kebijakan industri Aceh. Bukan sekadar mendatangkan semen ketika pasokan menipis, melainkan membangun sistem yang mampu menjamin kebutuhan daerah dalam jangka panjang.





Laweung dan pertaruhan ekonomi daerah, menghidupkan kembali proyek pabrik semen Laweung juga memiliki konsekuensi ekonomi yang lebih luas. Jika proyek tersebut dapat dilanjutkan dengan skema yang sehat dan layak secara bisnis, dampaknya tidak hanya berupa tambahan produksi semen.





Kehadiran industri besar berpotensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas usaha masyarakat, menggerakkan jasa transportasi dan logistik, serta menciptakan rantai ekonomi baru di sekitar kawasan industri.

Halaman:

Tags

Terkini

Pidie jadi rujukan resolusi konflik lima negara

Kamis, 24 September 2026 | 12:30 WIB

Buron kasus KDRT di Pidie ditangkap di Deli Serdang

Kamis, 10 September 2026 | 21:53 WIB

Mobil tertimpa pohon, tujuh orang tewas di Pidie

Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Catat pesan moral Bupati Pidie kepada pejabat baru

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Saat Semen langka, pabrik Laweung terlunta

Minggu, 9 Agustus 2026 | 23:20 WIB

DPRK Pidie sahkan pertanggungjawaban APBK 2025

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:20 WIB

Tujuh tahun buron, Keuchik Mancang bibekuk

Jumat, 17 Juli 2026 | 21:52 WIB