Salah satu momen menarik terjadi ketika Dek Fadh mencicipi dan membeli mie caluk. Sambil menikmati rasanya, Dek Fadh secara spontan meminta mie caluk tersebut untuk dibungkus.
“Hai mangat that lagoe mie caluk, neu bungkoh meu padum boh... tapi bek keueng that,” ujar Dek Fadh dalam dialog bahasa Aceh sambil tersenyum. Dialog bahasa Aceh itu jika dipahami dalam bahasa Indonesia, berarti, “Wah, enak sekali mie caluknya. Bungkus beberapa, tapi jangan terlalu pedas.”
Selain mie caluk, Dek Fadh juga membeli sejumlah produk yang ditawarkan para pelaku UMKM dari berbagai stand. Di antaranya salak Tangse, dodol, minyak urut, kue boi ikan, buah rambe, pisau, serta tampa.
“Saya senang bisa berkunjung dan melihat langsung produk-produk masyarakat di sini. Banyak yang bagus dan menarik. Kalau ada yang cocok, kita beli juga. Ini salah satu cara kita ikut mendukung usaha masyarakat,” ujar Dek Fadh.
Menurut Dek Fadh, kegiatan expo seperti ini memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat. Interaksi antara pelaku usaha dan pengunjung juga menjadi bagian penting dalam memperluas pemasaran produk lokal.
“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dibangun dan memberi semangat kepada pelaku UMKM untuk berkembang. Produk-produk masyarakat kita banyak yang bagus dan punya potensi untuk dikenal lebih luas,” kata Dek Fadh.
Sebagai putra asli Pidie, kunjungan tersebut juga menjadi momen istimewa bagi Wagub Fadhlullah. Berkeliling melihat berbagai produk masyarakat di daerah kelahirannya membuat suasana kunjungan terasa lebih dekat dan penuh keakraban.
Sebelum meninggalkan lokasi, Dek Fadh menyampaikan ucapan selamat atas Hari Lahir ke-515 Kabupaten Pidie. Ia juga menitipkan harapan agar masyarakat Pidie terus menjaga kekompakan, bangkit bersama, dan melanjutkan pembangunan daerah.