Camat Batee, Bustami, mengatakan pemerintah kecamatan berupaya mendorong penyelesaian persoalan melalui jalur dialog. Menurut dia, ketegangan yang dipicu oleh persoalan administrasi dan pertanggungjawaban anggaran desa tidak boleh berkembang menjadi konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Kami akan memastikan persoalan ini ditangani secara terbuka dan adil, sehingga tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat,” kata Bustami.
Ia menegaskan, pemerintah kecamatan akan mengawal proses penyelesaian terkait LPJ APBG 2025 agar berjalan transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Pendekatan persuasif, kata dia, terus dilakukan untuk menjaga stabilitas sosial di tingkat gampong.
Hingga Sabtu siang, kondisi di Gampong Glumpang Tiga dilaporkan mulai berangsur kondusif. Aparat bersama pemerintah desa mengimbau masyarakat menahan diri dan mengedepankan mekanisme musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul.
Insiden ini kembali memperlihatkan pentingnya transparansi tata kelola dana desa, terutama dalam penyampaian laporan pertanggungjawaban anggaran kepada masyarakat. Di sejumlah wilayah, keterbukaan informasi penggunaan dana publik kerap menjadi faktor penting untuk mencegah munculnya ketegangan antara aparatur gampong dan warga.//Aentenews by Amir Sagita.