Partai Nasdem saat konferensi pers dengan wartawan PWI Pidie, Rabu (21/1/2026) (Foto Amir Sagita).
Sigli (Aentenews) - Partai NasDem Kabupaten Pidie, menilai banjir dan longsor yang melanda Aceh akhir November 2025 tak lagi dipandang sebagai musibah alam semata, tapi itu adalah bencana ekologis akibat akumulasi kebijakan pembangunan yang mengabaikan disiplin lingkungan.
Sikap tersebut ditegaskan dalam rapat konsolidasi Partai NasDem Kabupaten Pidie di Sigli, Rabu. Rapat dipimpin Ketua DPD NasDem Pidie, T Fadhlullah TM Daud, dan dihadiri jajaran pengurus daerah serta Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Aceh.
Hadir dalam pertemuan itu Sekretaris Wilayah NasDem Aceh H. Heri Julius, Ketua Bappilu DPW NasDem Aceh Ramadhana Lubis, Wakil Ketua DPW Fadil, serta Wakil Sekretaris DPW Syahrial Tasri.
Dalam forum tersebut, NasDem Pidie secara terbuka menarik garis politik. Banjir dan longsor dinilai sebagai konsekuensi dari pembiaran terhadap praktik illegal logging, illegal mining, alih fungsi lahan, dan eksploitasi sungai melalui aktivitas galian C.
“Ini bukan lagi bencana alam, tetapi bencana ekologis,” kata Fadhlullah. Menurut dia, pembangunan tanpa kendali lingkungan hanya akan melahirkan krisis yang berulang.
NasDem Pidie menempatkan isu lingkungan sebagai agenda utama politik pembangunan, bukan sekadar wacana musiman saat bencana terjadi. Partai ini secara tegas menolak praktik galian C di badan sungai yang dinilai merusak fungsi sungai dan memperbesar risiko banjir.