Letkol Inf Abdul Hadi menjelaskan, bahwa banjir dipicu oleh pendangkalan sungai (sedimen lumpur) pascabanjir bandang 26 November 2025, sehingga sungai Krueng Meureudu tidak mampu menampung volume air hujan dari pegunungan.
Adapun sejumlah desa yang terdampak banjir susulan dalam wilayah kecamatan Kecamatan Meurah Dua kabupaten Pidie Jaya, antara lain Desa Pante Beurne kedalam air 70 cm, Dayah Husen 50 CM, Meunasah Mancang 50 CM, Meunasah Raya 70 CM, Meunasah Bie 50 CM , Beuringin CM 60 dan Geunteng 60 CM.
Di Kecamatan Meureudu, di Desa Meunasah Lhok kedalam air 70 CM, Beurawang 60 CM ,Mayang Cut 50 CM, Meunasah Krueng 70 CM, Manyang Lancok 50 CM dan Masjid Tuha setinggi 40 CM.
Sementara, Isnaini warga desa Blang Cot, Kecamatan Meurah Dua , Pidie Jaya menyatakan air mulai naik sekitar pukul 20.00 WIB malam hingga 60 CM di desanya dan sejumlah masyarakat meninggalkan rumah mencari tempat ketinggi di jalan lintas nasional.
"Kami warga di sini panik, air mulai naik dan sisa lumpur pasca banjir bandang akhir tahun lalu meluap menggenangi rumah dan jalan desa," kata Isnaini.
Banjir tidak hanya di Pidie Jaya, sejumlah daerah lain seperti kabupaten Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah dan kabupaten Gayo juga terdampak akibat curah hujan sejak beberapa hari terakhir.
“Hingga pagi ini banjir sudah surut. Namun, petugas tetap di lapangan membersihkan lumpur, sampah kayu dan membantu kelancaran jalan nasional serta memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi dampak jika hujan susulan,” demikian Danrem Lilawangsa,Brigjen TNI Ali Imran.
Aentenews by Ampelsa