Rangkaian mediasi diawali dengan makan malam bersama, sebelum dilanjutkan dengan pertemuan terbatas antara Wagub, Bupati, Wakil Bupati, serta para tokoh masyarakat.
Dalam forum tertutup tersebut, masing-masing pihak menyampaikan pandangan dan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan yang sempat mencuat ke publik.
Upaya mediasi yang dilakukan Fadhlullah tidak berlangsung singkat. Sejak pagi hari, Wagub telah menggelar pertemuan secara bertahap dengan pihak-pihak terkait guna menyerap aspirasi dan memahami akar permasalahan.
Pertama, Fadhlullah bertemu secara terpisah dengan Wakil Bupati Hasan Basri untuk mendengarkan langsung persoalan serta harapannya. Selanjutnya, pada siang hari, ia menerima Bupati Sibral Malasyi guna memperoleh perspektif dari pihak yang berbeda.
Memasuki sore hari, Wagub kembali menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat Pidie Jaya yang turut berperan dalam mendorong upaya perdamaian.
Puncaknya, pada malam hari seluruh pihak dikumpulkan dalam satu forum di rumah dinas Wakil Gubernur Aceh. Melalui dialog yang intens dan konstruktif, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan damai.
Momen rekonsiliasi ditandai tidak hanya dengan berjabat tangan, tetapi juga berangkulan antara Sibral Malasyi dan Hasan Basri, disaksikan oleh Wagub serta para tokoh masyarakat.
Fadhlullah menyampaikan bahwa mediasi tersebut merupakan langkah cepat Pemerintah Aceh untuk meredam gejolak pemerintahan di Pidie Jaya, agar tidak berdampak pada jalannya pembangunan daerah.