Padahal, kata Abdul Halim, , sejumlah tandon atau penampungan air yang sebelumnya di gunakan di tenda pengungsi sudah di pindahkan ke huntara untuk mendukung kebutuhan air bersih. Namuan tandon tandon itu kosong tanpa air karena keterbatasan sumur bor.
Selain kendala air bersih, kata Abdul Halim, anak anak pengungsi juga masih kekurangan peralatan belajar, berupa buku dan alat tulis dan selain penbgungsi juga membutuhkan alat memasak nasi.
Kondisi lingkungan dan sanitasi di huntara itu menjadi sorotan pengungsi dan membutuhkan kesempurnaan. Salah satunya jaringan pipa pembuangan air belum tuntas terpasang, sehingga air limbah rumah tangga tergenang dan terkesan kumuh.
Salah seorang pengungsi Huntara, Muhammad Rizwan di desa itu mengeluh akibat kesulitan air bersih dan selain fasilitas sanitasi juga belum tuntas dibangun. Pemasangan jaring pipa air dan pipa pembuangan belum tertata rapi dan berada di atas permukaan tanah.
“Masi banyak kekurangan yang harus disempurnakan di huntara. Yang sangat mendasar kamu mebutuhkan ketersediaan air bersih,” harap Rizwan.
Aentenews by Ampelsa.