Rabu, 30 September 2026

Pengungsi Sambut Ramadhan di tenda darurat, huntara belum selesai 

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Selasa, 17 Februari 2026 | 17:44 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara di desa Meunasah Raya, kabupaten Pidie Aceh,  Aceh, Selasa (17/2/2026).
Pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara di desa Meunasah Raya, kabupaten Pidie Aceh, Aceh, Selasa (17/2/2026).


Pidie Jaya (Aentenews) – Ratusan pengungsi korban bencana banjir di kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh larut dalam kesedihan karena mereka masih menempati tenda darurat menjelang Ramadhan 1447 Hijriyah, sementara hunian sementara (huntara) yang dijanjikan pemerintah belum selesai dibangun.





Fitriani, pengungsi korban bencana di desa Meunasah Raya, kabupaten Pidie Jaya, Selasa (17/2/2026) menyatakan, hampir tiga bulan pascabencana, ia bersama warga terdampak masih menempati tenda darurat karena huntara belum selesai dibangun dan ditempati sebelum Ramadhan.  





“Menunggu kepastian bahwa huntara selesai dibangun dan ditempati sebelum Ramadhan, ternyata tidak menjadi kenyataan,” kata dengan dana sedih.





Kesedihan korban bencana itu seakan tak bisa di sembunyikannya dan ia menangis  sambil berucap tersedu pasrah  dan harus menerima kenyataan ini. Apalagi saat ini pengungsi merayakan tradisi Meugang Ramadhan di tenda yang kondisinya masih becek dan berlumpur saat musim penghujan. 





Kepala Desa Meunasah Raya, Abdul Halim Ishak, mengatakan sebagian besar pengungsi masih memilih bertahan di tenda darurat meskipun Ramadan sudah di depan mata. Menurutnya, kondisi ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi warga dalam menjalankan ibadah puasa.





Abdul Halim menyatakan,  terdapat sekitar sekitar 500 jiwa yang terdiri orang dewasa, anak-anak hingga lanjut usia masih belum memiliki hunian yang layak atau huntara, dan mereka bertahan di tenda darurat.





Sebagian pengungsi memilih bertahan di tenda darurat karena tidak ada pilihan. Tidak semua warga memiliki rumah yang masih layak huni atau kerabat yang bisa ditumpangi. Satu-satunya harapan mereka adalah tersedianya hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap) yang dapat segera ditempati.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Terkini

Penghuni huntara tetap peroleh bantuan pangan

Kamis, 24 September 2026 | 22:44 WIB

Elegi lima bersaudara hidup mandiri tanpa pendamping

Minggu, 2 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Murid di Huntara Berangkat ke Sekolah

Rabu, 29 April 2026 | 16:01 WIB

Pembangunan Huntap di Pidie Jaya

Rabu, 29 April 2026 | 15:32 WIB

Bersihkan lumpur banjir

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:03 WIB

Bantuan Relawan Malaysia untuk pengungsi Aceh

Kamis, 26 Februari 2026 | 16:16 WIB

Terpopuler

X