nasional

Cek Kesehatan Gratis, temukan 1,6 juta terindikasi gangguan penglihatan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 00:36 WIB
Petugas kesehatan memeriksa mata warga lanjut usia (lansia) di Posyandu Bungong Jaroe, Banda Aceh, Selasa B11/8/2026). Aentenews Foto/Ampelsa.

 

 

 

 

Jakarta (Aentenews)  - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 1,6 juta orang terindikasi mengalami gangguan penglihatan dari total 34 juta peserta yang menjalani pemeriksaan mata melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono menyampaikan data tersebut saat membuka peringatan Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) 2026 di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Menurut Dante, data CKG juga menunjukkan kelainan mata ditemukan pada sekitar 3 persen anak sekolah dan 4 persen populasi umum. Sementara itu, gangguan penglihatan yang berkaitan dengan katarak tercatat sekitar 3 persen dari pemeriksaan yang dilakukan.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Kemenkes memperkuat layanan kesehatan mata melalui empat langkah strategis nasional. Pertama, memperkuat skrining mata dalam program CKG, baik di sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, maupun komunitas.

Langkah tersebut bertujuan membantu mendeteksi gangguan penglihatan lebih dini agar masyarakat dapat memperoleh penanganan yang sesuai. Kedua, memperluas akses operasi katarak yang dibiayai BPJS Kesehatan. Kemenkes juga mendorong optimalisasi kapasitas layanan operasi, termasuk melalui koordinasi untuk mengatasi ketimpangan kuota antardaerah.

Ketiga, mendorong pemerataan distribusi dokter spesialis mata yang masih terkonsentrasi di kota-kota besar. "Pemerataan tenaga medis diharapkan memperluas akses masyarakat di berbagai wilayah terhadap pemeriksaan dan penanganan gangguan penglihatan," ujarnya Wamenkes Dante Saksono dikutip dari laman Infopublik

Keempat, menggalakkan edukasi kesehatan mata di lingkungan sekolah dan tempat kerja melalui aturan 20-20-20. Panduan ini mengajak masyarakat mengalihkan pandangan dari layar setiap 20 menit selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter untuk membantu mengurangi ketegangan mata.

Dante menegaskan, penanganan gangguan penglihatan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, pemangku kepentingan daerah, dan mitra pembangunan. Kolaborasi tersebut melibatkan organisasi profesi, termasuk Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), serta mitra pembangunan internasional.

Masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan pemeriksaan mata yang tersedia dan tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami keluhan, seperti penglihatan kabur atau nyeri. Deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi penglihatan. 

 

Tags

Terkini

UMKM bersiap, Wajib Halal berlaku 18 Oktober 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:11 WIB