nasional

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 11 Oktober 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:28 WIB
Foto : Banjir masih merendam sejumlah wilayah permukiman di Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (11/10). BPBD bersama unsur terkait melakukan pendataan, evakuasi warga, dan penanganan darurat di wilayah terdampak. (BPBD Provinsi Sumatera Barat).

 

 

 

Jakarta (Aentenews) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan pemutakhiran data mulai Sabtu (10/10) hingga Minggu (11/10) pukul 07.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam siaran resmi Minggu (11/10/2026), menjelaskan laporan dari sejumlah kejadian meliputi banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tenggara, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Merauke, serta banjir yang masih berdampak pada sejumlah wilayah di Kota Padang.

Di Provinsi Aceh, banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Gayo Lues pada Jumat (9/10). hujan berintensitas tinggi pada dua kecamatan, yakni Blangkejeren dan Dabun Gelang, satu kepala keluarga terdampak, sedangkan pendataan kerusakan dan dampak lainnya masih berlangsung.

Di Kecamatan Blangkejeren, banjir dan tanah longsor berdampak pada Desa Kala Pinang dan Desa Leme. Sementara itu, di Kecamatan Dabun Gelang, dampak kejadian dilaporkan terjadi di Desa Kendawi.

Dari sisi kerusakan, satu unit rumah dan satu unit jembatan dilaporkan terdampak. Adapun dampak terhadap lahan persawahan dan tiga akses jalan masih dalam pendataan. Selain itu, Jalan Nasional lintas Blangkejeren–Takengon ditutup total akibat material longsor.

Berdasarkan kondisi terakhir pada Sabtu (10/10), air dilaporkan telah surut. Namun, pembersihan sisa material banjir dan longsor masih berlangsung dengan melibatkan instansi terkait dan masyarakat.

Kejadian serupa di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Hujan berintensitas tinggi dalam durasi panjang pada Jumat (9/10) memicu banjir dan tanah longsor di tiga kecamatan, yakni Ketambe, Lawe Bulan, dan Babussalam. Wilayah terdampak meliputi Desa Kati Maju, Desa Pulonas Baru, dan Desa Pulo Latong.

Kejadian tersebut turut berdampak ruas jalan Kutacane–Blangkejeren tertutup material longsor sehingga menghambat akses transportasi. Selain itu, satu unit tanggul dilaporkan jebol dan bangunan pengambilan air untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara dilaporkan hanyut.

Bergeser ke wilayah timur Indonesia, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Kebakaran dilaporkan terjadi pada Jumat (9/10) pukul 18.00 WIT dan tersebar di 10 distrik. Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan terbakar di sembilan lokasi yang telah dirinci mencapai sekitar 63 hektare, sedangkan luas lahan terbakar di Kampung Kondo, Distrik Nokenjere, masih dalam pendataan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Berdasarkan kondisi terakhir pada Sabtu (10/10), api di Kampung Harapan Makmur, Desa Sota, Desa Sarmayam Indah, dan Desa Bumun dilaporkan telah padam dan memasuki tahap pendinginan.

Sementara itu, banjir masih berdampak pada sejumlah wilayah permukiman di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Hujan berintensitas tinggi pada Sabtu (10/10) memicu banjir di tiga kecamatan dan enam kelurahan. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat per Minggu (11/10) pukul 03.34 WIB, banjir belum surut dan proses pendataan serta evakuasi warga masih berlangsung.

Tiga kecamatan terdampak meliputi Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Adapun enam kelurahan yang dilaporkan terdampak ialah Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.

Halaman:

Tags

Terkini

Gempa M 6,1 guncang Sumba Barat Daya, kedalaman 10 Km

Minggu, 4 Oktober 2026 | 10:50 WIB