Dari Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, armada Caravan PK-FPU terbang satu sortie pada Selasa (22/9) dan satu sortie pada Rabu (23/9). Penerbangan sortie 1 dilakukan menggunakan pesawat PK-FPU dengan Engine On/Off pada pukul 14.10 WIB hingga 16.24 WIB dengan wilayah penyemaian awan di Kabupaten Murung Raya.
Penyemaian awan dilakukan pada ketinggian 11.000 - 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 1.000 kg.
Armada PK-YNA lepas landas dari Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah untuk penyemaian awan hujan dari sektor selatan Kalimantan Tengah. Selama dua hari operasi, PK-YNA telah melakukan penyemaian sebanyak dua sortie dengan total 1.600 kg NaCl. Pada penerbangan berikutnya di wilayah Pulang Pisau dan Tabalong dengan level ketinggian 10.000 - 11.000 feet ditemukan awan Cumulus dan Cumulus Congestus dengan base awan berkisar 6.000-7.000 ft dan top awan berkisar 14.000 - 16.000 ft.
Penyemaian menghabiskan bahan semai NaCl sebanyak 800 kg. Selama proses penyemaian, arah angin dominan bertiup dari arah Tenggara dengan kecepatan 6 - 7 knot.
Sementara itu, pesawat caravan dengan nomor registrasi PK-SNK bergerak dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Hingga Rabu (23/9), PK-SNM telah melaksanakan empat sortie penerbangan. Sebanyak 4.000 kilogram Natrium Klorida disemai di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tapin.
Pasca operasi modifikasi cuaca, hujan dengan intensitas sedang dilaporkan turun di wilayah Kabupaten Pulang Pisau (Kalimantan Tengah), Desa Gunung Batu (Kalimantan Selatan), dan Desa Padangin (Kalimantan Selatan).
BNPB memastikan langkah-langkah modifikasi cuaca terus dilakukan secara terkoordinasi dan berbasis informasi cuaca terkini. Pelaksanaan OMC akan terus disesuaikan dengan kondisi cuaca, hasil pemantauan lapangan, serta kebutuhan penanganan di wilayah terdampak.
Aentenes by Ampelsa