"Pembinaan generasi muda membutuhkan keterlibatan semua pihak. Ulama, pemerintah, guru, dan orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik," kata Wahyuddin.
Dia menjelaskan, kegiatan Saweu Sikula tahun ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam di kalangan pendidik dan peserta didik. Selain itu, program tersebut diarahkan untuk memperkuat akidah, akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.
Kehadiran ulama di lingkungan sekolah diharapkan dapat membuka ruang dialog bagi pelajar sekaligus memberikan penguatan nilai-nilai keislaman dalam menghadapi perkembangan zaman dengan berbagai tantangannya.
Program Saweu Sikula juga merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi MPU sebagaimana diatur dalam Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Ulama. MPU memiliki peran dalam memberikan pertimbangan, bimbingan, dan pembinaan kepada masyarakat, termasuk dalam bidang keagamaan.
Diharapkan, kegiatan tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara ulama dan dunia pendidikan. Sinergi itu dinilai penting agar pelajar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai karakter dan akhlak yang baik.
MPU Aceh Utara menargetkan pesan-pesan keagamaan dapat menjangkau lebih banyak pelajar. Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah dalam menyiapkan generasi muda Aceh Utara yang cerdas, berkarakter, dan memiliki landasan keagamaan yang kuat.
Aentenews by Ampelsa.