Foto Ilustrasi kebakaran lahan pertanian.
Banda Aceh (Aentenews) -Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sepanjang Agustus 2026 sebanyak 50 kejadian bencana, di antaranya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi dengan 29 kejadian, menyusul kebakaran bangunan, angin puting beliung, cuaca akstrem dan banjir.
Berdasarkan rekapitulasi dari total 50 kejadian tersebut, sebanyak 29 kejadian merupakan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), 13 kejadian kebakaran, 7 kejadian angin puting beliung/cuaca ekstrem, dan 1 kejadian banjir.
Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti,Selasa (1/9/2026) mengatakan bahwa tingginya kejadian Karhutla selama Agustus menjadi perhatian semua unsur terkait, sehingga pencegahan menjadi lamngkah utama karena sebagian besar kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat apabila tidak segera ditangani.
Tingginya kejadian Karhutla sepanjang Agustus menjadi perhatian serius karena sebagian besar peristiwa tersebut terjadi ketika kondisi cuaca panas dan musim kemarau berpotensi lahan mudah terbakar serta mempercepat penyebaran api.
Kabupaten Aceh Besar menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana terbanyak, yakni sebanyak 24 kejadian selama Agustus 2026, menyusul Kabupaten Aceh Tengah 8 kejadian, Bener Meriah dan Kota Lhokseumawe masing-masing 3 kejadian, Aceh Barat dan Aceh Barat Daya masing-masing 2 kejadian, sedangkan sejumlah wilayah lainnya seperti Pidie Jaya, Sabang, Pidie, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Gayo Lues dan Aceh Selatan masing-masing mencatat satu kejadian.
Secara keseluruhan, rekapitulasi BPBA mencatat 142 kepala keluarga dan 141 jiwa terdampak dari berbagai kejadian bencana selama Agustus 2026. Dampak kerusakan yang tercatat meliputi 120 unit rumah rusak berat, 5 unit rumah rusak sedang, 11 unit rumah rusak ringan, serta 115 unit rumah terendam. Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban hilang dalam rekapitulasi kejadian bencana bulan Agustus 2026.