nasional

Bisakah material lumpur bencana jadi bahan baku bata ringan?

Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:12 WIB


Banda Aceh (Aentenews) - Bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Aceh, akhir Nopember 2025 itu ikut membawa material pasir dan lumpur serta merendam pemukiman penduduk terdampak dari bencana alam tersebut.





Guna memberdayakan material pasir dan lumpur dapat bernilai ekonomi maka Tim Riset Universitas Syiah Kuala (USK) mengusulkan pemanfaatannya sebagai bahan baku bata ringan Aceh Brick.





Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau sapaan akrab Mualem, memuji inovasi Tim Riset USK yang memanfaatkan lumpur dan pasir pascabencana hidrometeorologi sebagai bahan baku bata ringan Aceh Brick.





“Sangat positif. Pemerintah Aceh sangat mendukung,” kata Mualem seperti disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, pada 13 Agustus 2026. “Gubernur Mualem sangat mengharapkan hasil penelitian USK bernilai manfaat bagi Aceh.”





Gubernur Mualem, kata Nurlis, menilai inovasi tersebut menjadi peluang untuk mengubah material yang selama ini menjadi persoalan lingkungan menjadi produk konstruksi bernilai guna dan ekonomi.





“Pemerintah Aceh melihat inovasi ini sejalan dengan kebutuhan percepatan pemulihan pascabencana di Aceh,” kata Nurlis.





Perhatian Gubernur Mualem tersebut, kata Nurlis, telah mendorong Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, menggerakkan jajarannya untuk memfasilitasi tim USK dalam mengembangkan penelitian tersebut.


Halaman:

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB