nasional

BNPB dukung kolaborasi dan inovasi teknologi kebencanaan dalam EDRR 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:10 WIB



"Bapak-Ibu sekalian, peringatan dini itu sangat penting tetapi aksi tepat untuk merespon peringatan dini juga sangat-sangat penting karena peringatan dini tidak ada gunanya kalau tidak diikuti dengan aksi tepat akurat dalam respon peringatan dini," tegas Menko PMK.





.EDRR 2026 diikuti oleh lebih dari 80 perusahaan nasional dan internasional yang menampilkan berbagai teknologi dan solusi di bidang penanggulangan bencana seperti peralatan penyelamatan, sistem peringatan dini, perlengkapan medis darurat, teknologi drone, keselamatan industri, dan solusi penanggulangan bencana lainnya. 





Pada kesempatan itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mendukung penuh kolaborasi dan inovasi teknologi dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana. 





BNPB termasuk salah satu di antaranya. Pada kegiatan pameran ini, BNPB menggelar peralatan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti motor trail karhutla, pompa karhutla, alat pemadam api, alat pelindung diri (APD) dan manekin, diorama, miniatur kendaraan dan peralatan, miniatur infrastruktur pascabencana yaitu rumah RIKSA dan jembatan Bailey dan Aramco, serta produk-produk UMKM binaan BNPB.





Bagi BNPB, kesempatan pameran seperti ini merupakan waktu dan wadah untuk mendiseminasikan informasi-informasi kebencanaan kepada masyarakat. Setiap direktorat mensiagakan personil untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pengunjung sesuai dengan kapasitasnya. 





Keikutsertaan BNPB dalam pameran EDRR 2026 menjadi strategi BNPB dalam memberikan pelayanan publik. Harapannya, dengan pelayanan publik yang baik, ketangguhan masyarakat terhadap ancaman bencana juga makin baik. 





Pameran ini juga menjadi bagian dari upaya BNPB untuk mempertemukan ide dan gagasan lintas sektor pemerintah, dunia usaha, industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan teknologi serta inovasi kebencanaan. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan dan peluang kolaborasi dalam mendukung penanggulangan bencana.





Aentenews by Ampelsa

Halaman:

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB