nasional

Menteri LH ajak generasi muda pimpin Gerakan Tobat Ekologis Nasional

Sabtu, 4 Juli 2026 | 19:00 WIB


Foto Ilustrasi : Pemandangan udara kerusakan lingkungan dampak bencana hidrometeorologi akhir Novemvber 2025 di wilayah terdampak Aceh. Aentenews Foto/Ampelsa.





Tegal (Aentenews) Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mengajak mahasiswa dan sivitas akademika menjadi pelopor pembangunan berkelanjutan melalui Gerakan Tobat Ekologis Nasional. 





Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum pada Dies Natalis ke-1 Universitas Harkat Negeri, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (3/7/2026).





Inisiatif Gerakan Tobat Ekologis Nasional lahir dari kesadaran bahwa pemulihan alam membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. 





Di hadapan ratusan mahasiswa, Menteri Jumhur menjabarkan bahwa esensi dari "tobat" dalam gerakan ini mencakup tiga langkah fundamental, yakni menyadari kesalahan terhadap alam di masa lalu, komitmen kuat untuk tidak akan melakukannya kembali, serta melakukan upaya perbaikan secara konsisten.





"Kalau kerusakan lingkungan merupakan kesalahan kolektif, maka memperbaikinya juga harus menjadi gerakan kolektif. Saya mengajak seluruh masyarakat melakukan Tobat Ekologis Nasional, yaitu berkomitmen untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang merusak bumi dan bersama-sama memulihkan lingkungan," ujar Menteri Jumhur.





Menteri Jumhur menegaskan bahwa Indonesia harus tetap berada pada jalur pembangunan berkelanjutan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan. Menurutnya, pembangunan tidak boleh terjebak pada dua kutub ekstrem, yakni menolak seluruh aktivitas pembangunan ataupun mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan.


Halaman:

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB