nasional

Opini: Hari Buruh tentang relasi yang lebih dalam

Jumat, 1 Mei 2026 | 14:50 WIB
Dok TM Zulfikar


TM Zulfikar (foto Dok Pribadi)





Banda Aceh (Aentenews) - Rutinitas  setiap 1 Mei, diperingati sebagai Hari Buruh Internasional. Hari Buruh bukan hanya tentang relasi antara pekerja dan upah, tetapi juga tentang relasi yang lebih dalam: antara kerja, kehidupan, dan keberlanjutan bumi.


Buruh tidak berdiri di luar alam, mereka adalah bagian dari ekosistem yang sama yang hari ini sedang mengalami krisis.


Sarekat Hijau Indonesia memandang bahwa krisis yang dihadapi buruh hari ini adalah krisis ganda: eksploitasi tenaga kerja dan eksploitasi alam yang berjalan beriringan.


Di sektor pertanian dan perkebunan, buruh bekerja dalam kondisi rentan, upah rendah, tanpa kepastian kerja, sekaligus terpapar kerusakan lingkungan dan bahan kimia berbahaya.


Dalam perspektif hijau, keadilan bagi buruh tidak bisa dipisahkan dari keadilan ekologis. Tidak akan ada pekerjaan yang layak di atas bumi yang rusak.


Untuk itu, kami menyatakan sikap: Yakni menuntut kerja layak dalam sistem ekonomi yang berkeadilan ekologis. Pekerjaan yang layak harus menjamin tidak hanya upah, tetapi juga keberlanjutan lingkungan tempat buruh hidup dan bekerja.


Kemudian menghentikan model produksi eksploitatif. Kami menolak sistem pertanian dan perkebunan industri yang merusak hutan, tanah, dan air, serta menggantinya dengan pendekatan agroekologi yang adil bagi buruh dan alam.


Perlindungan kesehatan buruh dari racun lingkungan. Negara harus menghentikan penggunaan bahan kimia berbahaya tanpa perlindungan, serta menjamin hak buruh atas lingkungan kerja yang sehat.


Reforma agraria dan keadilan akses sumber daya. Buruh tani harus memiliki akses terhadap tanah dan sumber kehidupan, bukan sekadar menjadi tenaga kerja murah di atas tanah yang dikuasai korporasi.


Pengakuan peran buruh sebagai penjaga ekologi. Buruh, terutama petani dan pekerja kebun, adalah garda depan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Peran ini harus diakui dan diperkuat.


Solidaritas antara gerakan buruh dan gerakan lingkungan. Kaum hijau mendorong persatuan antara perjuangan buruh dan perjuangan ekologis sebagai kekuatan transformasi menuju masa depan yang adil dan lestari.

Halaman:

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB