Menhub memastikan kesiapan operasional penerbangan haji, yang didukung oleh dua maskapai, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, dengan total puluhan armada pesawat untuk melayani ratusan kloter penerbangan.
Selain itu, Menhub juga menegaskan bahwa berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk penguatan pengawasan keselamatan melalui ramp check pesawat, kesiapan 14 bandara embarkasi, serta koordinasi internasional untuk mengantisipasi hal-hal yang berpotensi mempengaruhi penerbangan haji.
“Kami memastikan seluruh aspek keselamatan penerbangan terpenuhi, termasuk kelaikudaraan pesawat dan kesiapan operasional maskapai. Koordinasi dengan seluruh stakeholder juga terus diperkuat agar pelayanan kepada jemaah berjalan aman, lancar, dan tepat waktu,” pungkasnya.
Berikut rencana perjalanan haji 2026 mulai dari keberangkatan, puncak haji, dan kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M:
21 April 2026 (4 Dzulqaidah 1447 H) – Jemaah mulai masuk asrama haji.
22 April – 6 Mei 2026 (5 – 19 Dzulqaidah 1447 H) – Pemberangkatan jemaah haji gelombang 1 dari tanah air ke Madinah.
1 – 15 Mei 2026 (14 – 28 Dzulqaidah 1447 H) – Pemberangkatan jemaah haji gelombang 1 dari Madinah ke Makkah.
7 – 21 Mei 2026 (21 Dzulqaidah – 4 Dzulhijjah 1447 H) – Pemberangkatan jemaah haji gelombang 2 dari tanah air ke Jeddah.