nasional

Catat efek bahaya pengguna vape

Sabtu, 18 April 2026 | 11:55 WIB


Sydney (Xinhua/Indonesia Window/Aentenews) - Penggunaan vape (perangkat rokok elektronik) jangka pendek pada tingkat paparan di bawah penggunaan harian manusia yang umum menghasilkan akumulasi logam beracun yang terukur di jaringan paru-paru, termasuk timbal, tembaga, dan nikel.





Vape dapat menghantarkan logam beracun langsung ke jaringan paru-paru, seperti diungkapkan penelitian baru dari Australia, menantang anggapan bahwa vape merupakan alternatif yang lebih aman dibandingkan mengisap rokok konvensional.





Dikutip dari indonesia window.com, Sabtu, disebutkan studi itu menunjukkan bahwa bahkan penggunaan vape jangka pendek pada tingkat paparan di bawah penggunaan harian manusia yang umum menghasilkan akumulasi logam beracun yang terukur di jaringan paru-paru, termasuk timbal, tembaga, dan nikel.





Demikian menurut sebuah pernyataan dari Universitas Teknologi Sydney (University of Technology Sydney/UTS) Australia yang dirilis pada Jumat (17/4).





Studi praklinis ini memberikan bukti pertama bahwa aerosol vape mengandung spesies logam yang terkait dengan timah dan merkuri, yang sering kali lebih mudah diserap dan lebih reaktif secara biologis dibandingkan logam anorganik.





Temuan tersebut mengungkapkan "bahaya yang kurang disadari" yang berkaitan dengan vape, kata Dayanne Bordin, dosen kimia analitik UTS sekaligus peneliti utama studi itu yang dipublikasikan dalam Analytical and Bioanalytical Chemistry.





"Profil logam yang diamati konsisten dengan emisi dari koil pemanas dan komponen listrik," ujar Bordin, seraya mencatat bahwa penilaian keamanan saat ini sering kali mengabaikan emisi yang berasal dari komponen perangkat seperti koil pemanas.


Halaman:

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB