Sementara itu, Ketua Panitia IGIF 2025, Delfina Bunga Zalia, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas meningkatnya kasus perubahan perilaku dan pelanggaran moral di kalangan mahasiswa. Melalui forum ini, panitia berharap dapat mendorong lahirnya kebijakan dan gerakan nyata dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.
Forum IGIF 2025 menghadirkan dua narasumber utama, yaitu dr. Dewi Inong Irana, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV, dan Ustaz Bendri Jaisyurrahman.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga diri dan lingkungan sosial dari perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya,” ucap Delfina.
Dalam materinya, dr. Dewi Inong menjelaskan dari perspektif kesehatan bahwa perilaku seks bebas dan hubungan sesama jenis berisiko tinggi terhadap penularan penyakit menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS. Ia menegaskan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menjauhi pornografi, serta menghindari perilaku seksual di luar pernikahan.
Sedangkan Ustaz Bendri Jaisyurrahman memaparkan pandangan Islam tentang LGBT, dengan menekankan bahwa perilaku tersebut merupakan penyimpangan dari fitrah manusia. Ia mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati terhadap pengaruh budaya liberal dan media sosial yang kian menormalisasi perilaku menyimpang di kalangan remaja.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, terutama terkait langkah-langkah pencegahan serta peran keluarga dan pendidikan dalam membentengi generasi muda dari pengaruh LGBT dan seks bebas.
Melalui kegiatan IGIF 2025, USK kembali menegaskan komitmennya untuk membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berakhlak mulia, sejalan dengan visi universitas dalam menciptakan kampus yang unggul secara akademik sekaligus bermartabat secara moral.// Redaksi