“Saya titip kepada Prof Eka, Prof Syamsul, Pak Rektor, dan teman-teman di Aceh, monggo, please, lakukan studi yang luar biasa tentang bagaimana seharusnya kita bersyariat Islam yang bisa membawa masa depan lebih cerah bagi seluruh masyarakat Aceh,” ujar Ruhaini menutup paparannya.
Kegiatan bertajuk “Hak Asasi Manusia dan Gender dalam Studi Islam Kontemporer” ini berlangsung secara hybrid melalui Zoom Meeting dan siaran langsung Kanal YouTube UIN Ar-Raniry.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Eka Srimulyani, PhD dalam sambutannya menyebut bahwa webinar berseri ini menjadi ruang strategis untuk menghadirkan para pakar dan memperkaya kajian Islam di ranah akademik.
“Kehadiran Prof Ruhaini dari Uzbekistan membuktikan bahwa teknologi memungkinkan kolaborasi akademik lintas negara. Kami berharap forum ini melahirkan sinergi baru antara UIN Ar-Raniry dan kampus-kampus di Asia Tengah,” kata Prof Eka.
Ketua Program Studi S3 Studi Islam UIN Ar-Raniry, Prof Dr H Syamsul Rijal MAg mengapresiasi dan menilai diskursus yang ada membuka peluang bagi kajian keislaman untuk memberikan solusi terhadap dinamika kebutuhan pemaknaan Hak Asasi Manusia secara signifikan, serta menjadi momentum strategis untuk menghimpun pemikiran responsif bagi pengembangan ilmu.
Webinar Berseri Kajian Studi Islam seri kesepuluh yang digelar Program Studi Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh,//Redaksi
Sumber : Humas UIN Ar-Raniry