Rabu, 30 September 2026

5 peserta SPPI meninggal dalam latihan bela negara

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:19 WIB
Foto.dok Biro Infohan Setjen Kemhan
Foto.dok Biro Infohan Setjen Kemhan


Jakarta (Aentenews) – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Tahun 2026 yang mengikuti Latihan Bela Negara dan Manajerial dalam program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).





Kabar duka meninggalnya lima peserta SPPI itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM Han) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mewakili Menteri Pertahanan RI dalam konperensi pers di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).





Dukatakannya, berdasarkan laporan resmi dari satuan pendidikan dan rumah sakit, penyebab meninggal dunia masing-masing peserta berbeda, antara lain henti jantung (cardiac arrest), heat stroke, tuberkulosis (TB), pneumonia yang disertai komplikasi medis, serta kondisi medis lain yang masih dalam proses pendalaman. 





“Sebelum mengikuti pendidikan, seluruh peserta juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Mayjen TNI Ketut Gede.





Atas arahan Menteri Pertahanan RI, Kemhan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan penyelenggaraan Program SPPI, khususnya melalui penguatan profiling kesehatan, pemeriksaan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas kegiatan, peningkatan pengawasan medis di satuan pendidikan, serta penguatan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan rumah sakit TNI. 





Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan gangguan kesehatan peserta. Seluruh peserta mengikuti program secara sukarela serta telah memahami bahwa pembentukan karakter melalui Latihan Bela Negara merupakan salah satu tahapan wajib dalam rangkaian program tersebut.





Kemhan juga menegaskan bahwa Latihan Bela Negara dan Manajerial bukan merupakan pendidikan militer untuk membentuk prajurit, melainkan pembinaan karakter guna menanamkan nilai disiplin, integritas, kepemimpinan, tanggung jawab, profesionalisme, semangat gotong royong, serta kesiapan mengabdi kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB

Terpopuler

X