Jakarta (Aentenews) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB melaporkan, gempa bumi Magnitudo 7,7 pukul 06.37 WIB yang mengguncang kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Senin (8/6/), menyebabkan sebanyak 1.160 warga mengungsi dan 94 kepala keluarga (KK) terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (8/6/2026) hingga pukul 18.50 WIB, tercatat sebanyak 1.160 jiwa warga mengungsi yang sebagian besar berada di wilayah Sangile, sementara di kabupaten Marore masih terdapat pengungsi di lokasi evakuasi, sedangkan sebagian warga warga di beberapa wilayah lain sudah mulai kembali ke rumahnya masing masing.
Dampak kerusakan infrastruktur sementara bertambah menjadi sebanyak 94 unit rumah rusak, 2 rumah ibadah, 2 sekolah, 1 gedung DMIST 76 yang masih dalam proses pendataan. Di kabupaten Kepulauan Sangihe tercatat 83 rumah rusak berat, rusak sedang hingga ringan.
Sementara, di kabupaten Kepulauan Talaud tercatat 11 rumah rusak,1 rumah sakit dan 1 gedung pelabuhan perintis.
Dilaporkan, hingga saat ini sudah 60 kali terjadi gempa susulan dengan kejadian dirasakan masyarakat dengan Magnitudo susulan berkisar antara 3,6 hingga 6,7 Magnitudo susulan berkisar antara 3,6 hingga 6,7.
Berdasarkan Informasi BMKG, peringatan dini tsunami yang sebelumnya sempat dikeluarkan pascagempa dinyatakan berakhir. Namun, warga tetap diimbau waspada dan tidak panik.
Selain itu, gempa juga turut dirasakan warga di di kabupaten Talaud, kota Manado dan Minahasa, Sulawesi Utara.