Jakarta (Aentenews) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berupaya mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana di provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat berupa penyaluran bantuan khusus kepada sebanyak 53.215 guru dan tenaga kependidikan (GTK) dengan total anggaran lebih dari Rp286 miliar untuk periode tiga bulan Rp2 juta per orang per bulan.
Lebih lanjut, penyaluran aneka tunjangan guru juga diberikan tanpa mempersyaratkan beban mengajar sebagaimana ketentuan normal, dengan total dana tunjangan yang telah disalurkan sebesar Rp508,9 miliar.
Siaran pers Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senin 18/5/2026 , menyebutkan Kemendikdasmen juga memastikan dukungan operasional pendidikan tetap terpenuhi melalui penyaluran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
Hingga saat ini, BOSP telah disalurkan kepada lebih dari 29 ribu satuan pendidikan di kabupaten terdampak bencana dengan total nilai mencapai Rp1,98 triliun. Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen juga memberikan fleksibilitas baik pada persyaratan penyaluran maupun penggunaan anggaran agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
“Pada pekan kedua dan ketiga Mei 2026, kami akan menyelesaikan pencairan kepada 223 satuan pendidikan dengan dana bantuan Rp83,3 miliar. Dan juga menyalurkan bantuan operasional pada masa transisi darurat menuju pemulihan dengan dana bantuan Rp17 miliar,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Dijelaskannya, seluruh bantuan ini bertujuan untuk mendukung keberlangsungan layanan pendidikan agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan di tengah proses pemulihan pascabencana. di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,
Di sisi lain, Menteri Mu’ti menuturkan bahwa Kemendikdasmen terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah terkait penyediaan lahan bagi 65 sekolah yang membutuhkan relokasi akibat dampak bencana. Kemendikdasmen juga sedang melakukan proses verifikasi bantuan kepada 6.055 guru dengan total anggaran Rp36,3 miliar.