Selain persoalan hunian, Bupati Nagan Raya juga menyoroti kondisi sektor pendidikan di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Hingga saat ini, siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di fasilitas darurat akibat rusaknya sarana pendidikan yang terdampak banjir.
Diharapkan, kementerian/lembaga terkait dapat memberikan perhatian khusus dengan memprioritaskan pembangunan kembali gedung sekolah permanen agar proses pendidikan dapat berlangsung secara normal dan aman.
“Anak-anak kita masih belajar di sekolah darurat. Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas pendidikan kembali berjalan normal,” pintanya.
Selaian persoalan huntap dan fasilitas pendidikan, Bupati Teuku Raja Keumangan juga melaporkan kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan serius di Kecamatan Darul Makmur, jembatan rangka baja sepanjang sekitar 200 meter di Desa Alue Waki hancur total akibat diterjang banjir.
“Kerusakan jembatan tersebut menyebabkan sekitar 150 kepala keluarga yang bermukim di dua dusun seberang sungai terisolasi dari akses utama. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk akses pendidikan dan perekonomian,” ungkapnya.
Saat ini lanjutnya, anak-anak sekolah dan para petani kelapa sawit terpaksa menggunakan perahu kecil untuk menyeberangi sungai yang berarus deras. Selain berisiko terhadap keselamatan jiwa, kondisi tersebut juga menyebabkan meningkatnya biaya transportasi dan distribusi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik masyarakat.
Aentenews by Ampelsa.