Ia menyampaikan perkembangan positif Aceh yang saat ini menunjukkan tren peningkatan ekonomi, salah satunya penurunan angka kemiskinan.
“Ini capaian yang harus kita jaga bersama. Masyarakat Aceh di perantauan juga memiliki peran penting untuk mendukung hal positif ini,” tambahnya.
Selain itu, Maulid Nabi yang diselenggarakan IKNR menjadi sarana melestarikan tradisi budaya masyarakat Nagan Raya. Salah satunya tradisi idang meulapeh yang pernah tercatat dalam rekor MURI dan menjadi kebanggaan warga sebagai bukti kesungguhan menjaga nilai-nilai luhur, kebersamaan, dan gotong royong.
IKNR Jakarta kata Fadhullah tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan kampung halaman.
Dengan komunikasi yang baik bersama Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, masyarakat perantau diyakini mampu menyumbangkan gagasan, tenaga, maupun jejaring untuk mendukung kemajuan daerah, terutama dalam mewujudkan visi-misi Bupati Nagan Raya.
Fadhullah juga menekankan pentingnya memperluas kebersamaan, tidak hanya di antara sesama warga Nagan Raya tetapi juga dengan keluarga besar masyarakat Aceh di perantauan yang bernaung di bawah Taman Iskandar Muda Jakarta.
“Semoga melalui acara ini kita semakin kokoh dalam persaudaraan, semakin tulus dalam berbagi, dan semakin teguh meneladani akhlak Rasulullah SAW,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat membawa semangat Maulid untuk membangun diri, memperkuat keluarga, dan berkontribusi bagi kemajuan Aceh dan Nagan Raya di mana pun berada.