Di beberapa lokasi, infrastruktur yang telah diperbaiki kembali mengalami kerusakan. Jembatan terdampak arus sungai, jalan kembali tertimbun longsor, dan material lumpur menumpuk di kawasan yang sebelumnya telah dibersihkan. Kondisi ini menambah kebutuhan penanganan ketika masyarakat masih berupaya memulihkan kehidupan dan sumber pendapatannya.
“Bencana susulannya jalan terus dan memang ini agak sedikit ironis. Di daerah-daerah bagian barat Sumatera, banjirnya tinggi, curah hujan tinggi sekali, sementara di bagian timur Sumatera kekurangan air dan mengalami kebakaran hutan, lahan,” tutur Tito.
Artikel Terkait
50.396 Unit Rusak Berat Akibat Bencana Aceh Butuh Dibangun Baru