Banda Aceh (Aentenews) - Beberapa hari lalu heboh berita di media tentang sosok bersepeda motor yang membawa senjata tajam, melukai seorang pria di kawasan Pasar Aceh, Minggu (21/9) dini hari.
Berita itu, lewat media sosial dan media mainstream menyebar cepat, dan menjadi bahan omongan banyak orang di warung kopi atau tempat-tempat publik lainnya.
Ada yang menyebutnya, itu "geng motor" atau "begal", merujuk tragedi kejahatan jalanan seperti yang kerap terjadi di kota-kota besar lainnya di Tanah Air.
Cuma ada di Aceh, khususnya Kota Banda Aceh, warung-warung kopi dan usaha lainnya yang buka 24 jam. Banda Aceh pun dijuluki kota tak pernah tidur.
Tak ada rasa takut, jika tengah malam berpergian, karena dijalan jalan utama dan lorong gelap di kampung tidak ada begal atau geng motor, termasuk rampok.
"Aceh itu aman. Tidak ada begal atau geng motor, juga tidak ada preman", kata seorang pendatang yang mengaku cukup damai dan aman berwisata di provinsi berstatus negeri bersyariat Islam itu.
Jika tiba-tiba perut terasa lapar atau keroncongan tengah malam, keluar dari hotel atau homesty, cari makanan mudah, ada mie dan nasi goreng, atau makanan ringan lainnya, tak perlu ada rasa takut. Itu lah Banda Aceh dan kota-kota lainnya di Aceh.